Perpisahan

Seorang teman di facebook menuliskan status “Bagaimana rasanya kau jauh, kau rindu, lalu pulang, tetapi itu adalah perpisahan ~pidibaiq~”. Dan saya mengomentarinya dengan “kata pidibaiq, berpisah bukanlah hal yang menyedihkan…yang menyedihkan adalah ketika setelah berpisah, kita malah saling melupakan…”.

Pada masa kuliah, saya merasakan kelengkapan. Lengkap dengan nilai kehidupan, banyak teman, banyak kegiatan. Menjelang kuliah selesai (wisuda), saya berusaha sebisa mungkin memanfaatkan setiap detiknya. Kenapa? Karena saya tidak tahu, kapan bisa kembali ke Bandung. Semuanya saya nikmati dengan sebaik-baiknya. Setiap ada kesempatan (apapun itu), saya ambil. Bahkan konferensi internasional di Yogya pun saya lakoni, selama perginya dengan teman-teman. 

Wisuda pun tiba. Saya harus meninggalkan Bandung dan segala kenangannya. Pada hari itu, saya berjanji, saya akan kembali ke Bandung dan saya merasa yakin akan menemukan hal yang sama. Beberapa bulan di kampung halaman, rasanya tidak akan ada yang berbeda dari Bandung saat terakhir kali saya lihat.

Kesempatan itu akhirnya datang, saya mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki lagi di Bandung. Kampung halaman kedua saya. Tiba di Bandung, banyak hal yang berubah. Teman-teman saya sudah memiliki kesibukan masing-masing. Kegiatan yang dulu sering saya lakukan, tidak ada lagi. Semuanya berbeda. Itulah, kerinduan akan Bandung dan segala keunikannya, membuat saya berusaha semaksimal mungkin untuk kembali melihatnya, namun yang terjadi adalah kedatanganku menjadi satu perpisahan yang cukup menyedihkan bagi saya.

Hidup masih harus berjalan, meskipun terjadi perpisahan yang cukup menyedihkan, saya harus tetap melangkah. Toh, dengan bersedih tidak akan mengembalikan semua itu. Saya mulai berjalan lagi, berusaha beradaptasi dengan lingkungan saya, dan saya kembali menikmati masa-masa ini. Tapi, tidak berlangsung lama, saya harus pergi lagi. Entahlah, saya tidak bermaksud mengacak-acak hati siapapun. Toh, hati saya pun ikut terluka.

Teman, hidup terus berjalan. Kita akan tetap terbawa arus, tapi jangan biarkan diri kita hanyut. Tetaplah berdiri tegak diantara derasnya arus itu. Karena kau kuat, aku kuat, dan kita semua kuat. Tetap saling mengingatkan dan merindukan. Untuk perpisahan yang indah…

Ku renungkan, ku tulis, ku bagikan…

2 thoughts on “Perpisahan

  1. I’m excited to uncover this great site. I want to to
    thank you for ones time for this particularly fantastic read!!
    I definitely liked every bit of it and I have you bookmarked
    to look at new things on your web site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s