Perpisahan Bukanlah Akhir

Perpisahan tidak pernah menyenangkan. Sebenci apapun kita pada seseorang atau sesuatu, ketika kita harus berpisah, kesedihan pasti mendera. Perpisahan berarti kita akan kehilangan sesuatu.

Dua minggu yang lalu, saya bertemu dengan kawan-kawan dari Korea. Agendanya tidak terlalu padat tetapi setiap kegiatan ada pelajaran yang didapatkan. Aktivitas yang kami lakukan secara rutin setiap hari adalah:

1.       Jam 06.00 olahraga

2.       Jam 07.00 sarapan

3.       Jam 08.00 kerja bakti

4.       Jam 11.30 makan siang

5.       Jam 13.00 ke sekolah (kegiatannya ada korean language, art, recreation, dan science)

6.       Jam 17.00 makan malam

7.       Jam 19.00 evaluasi

Kegiatan ini berlangsung di Pangalengan dari tanggal 13 – 21 januari. Tanggal 22 – 24, kegiatan berlangsung di Bandung. Untuk saat ini, saya tidak sempat untuk berbagi cerita lebih banyak. Tapi saya janji, saya akan menceritakannya, suatu saat nanti.

Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Karena menambah pengalaman saya, menambah teman saya, dan mengakrabkan kami semua.

I miss you all my Korean Friends…Saya merindukan teman-teman Rehsos…Saya merindukan Pangalengan…

Indonesia LOVE Korea

Korea LOVE Indonesia

NB:Walaupun jarak memisahkan tetapi kami tetap berusaha untuk saling berhubungan, baik melalui e-mail, facebook, maupun telepon…

Napak Tilas menuju 2011

Beberapa jam lagi, kita akan meninggalkan tahun 2010. Kita harus melangkah lagi, menatap masa depan yang lebih cerah. Untuk mencerahkan masa depan, tentu saja kita perlu mengevaluasi hal-hal apa saja yang telah kita lakukan kemarin. Tidak mudah sebenarnya, sebab pada dasarnya kita selalu merasa telah melakukan hal-hal yang terbaik. Alangkah baiknya kalo kita bersama orang yang kita rasa mengenal diri kita dengan baik bersama-sama melakukan refleksi. Refleksi ini tujuannya untuk mengevaluasi kehidupan kita. Dengan bantuan orang lain, kita bisa melihat “out of the box”.

Nah, napak tilas saya seperti apa???

 

Tahun 2010 merupakan tahun yang cukup berat namun sangat membanggakan bagi saya. Beratnya mungkin tidak sampai 1 ton tapi cukup menyiksa loh…heheh (lebay mode: on). Di awal tahun, semangatku untuk terus belajar cukup besar. Kegiatan Field Trip yang diadakan di Semarang-Temanggung-Yogyakarta menjadi salah satu motivasi untuk menjadi lebih baik. Alhasil, IP di semester 4 meroket dan sangat tidak disangka oleh siapapun juga. Tentu saja, bahagianya luar biasa. Setelah itu, kakakku harus melaksanakan penelitian. Wah wah wah… orang yang selama ini menjadi motivatorku harus meninggalkanku selama kurnag lebih 13 minggu untuk melakukan penelitian di kampung halamannya. Tapi itu tidak mengurangi semangatku untuk belajar. Beruntung. Nah, sejak kakak selesai penelitian, ada satu hal yang membebani pikiranku pada saat itu. Setelah penelitian, berarti sebentar lagi kakak akan wisuda dan tidak bertemu lagi.

 

Ternyata, saya tidak boleh terus-terusan meratapi nasib ditinggal pergi. Saya mulai melakukan hal-hal positif agar tidak terus-menerus memikirkan hal-hal yang tidak penting. Sejak saat itu, saya mulai kembali bergaul dengan orang-orang disekitar saya, terutama di kampus. Saya mulai ikut kepanitiaan kegiatan di jurusan, masuk himpunan mahasiswa rehabilitasi sosial. Dan saya bisa kembali “tersenyum”.

 

Hari-hari terus berjalan. Dan tiba di akhir tahun yang semoga lebih baik. Menyerah terjadi beberapa kali, tapi ternyata dibalik suatu masalah selalu ada hal baik. Dan lakukanlah hal-hal positif dan putus asa tidak akan menyapamu. Yang terakhir, keep smile…

 

Salam Peksos