Saya “hanya” Mahasiswa STKS Bandung

Saya berasal dari keluarga yang tidak terlalu kaya, juga tidak terlalu miskin (hahaha  lebay…).  Tetapi saya merasa cukup beruntung. Dari karir ayah saya yang terus menanjak di kala aktif sebagai seorang pegawai negeri sipil, ditunjang dengan kemampuan mama yang mampu menyeimbangi pekerjaan ayah. Selanjutnya, pendidikan dua kakak saya yang selalu diincar oleh banyak orang. Apakah itu?Ya iyalah, STPDN gitu loch…!!!  Saya sendiri, setelah lulus SMA, saya mendaftar di Bintara Polri dan Unhas. Alhamdulillah, saya lulus di Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum Reguler Sore. Setahun kemudian, pendaftaran IPDN pun dibuka. Saya mendaftarkan diri dan kabar tentang STKS pun sampai ketelinga saya.

Serangkaian tespun dijalani, baik IPDN maupun STKS Bandung. Dan akhirnya, Tuhan menentukan saya melanjutkan pendidikan di STKS Bandung. Kali ini saya tidak ingin menceritakan tentang apa itu STKS [lagi] tetapi saya hanya ingin berbagi tentang apa yang saya rasakan kuliah di STKS Bandung dan kakak-kakak saya yang kuliah di IPDN. Ya, tentu saja ini tentang membandingkan antara STKS dengan STPDN.

Pada dasarnya, kedua perguruan tinggi ini sama saja. Hanya saja, STKS dibawah naungan Kementerian Sosial sedangkan IPDN dibawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Sayangnya, pada kenyataannya, ada banyak hal yang membedakan antara IPDN dengan STKS. Mulai dari kedisiplinan, sistem pengasuhan, kegiatan di kampus, di asrama, hormat menghormati, dan lain-lain. Saya sendiri merasakan secara langsung perbedaan itu.

Saya pernah melontarkan sebuah joke kepada kakak saya, yang merupakan alumni STPDN. Saya katakan bahwa STKS dan IPDN itu cuman satu perbedaannya. Kalau IPDN, pantatnya yang besar sedangkan STKS, perutnya yang besar. Kakak saya hanya tertawa mendengarkannya.  Hanya joke ini yang menjadi obat sakit hatiku ketika kampusku seakan-akan dibandingkan.

Ini hanyalah ungkapan rasa kesalku. Namun, perlu teman-teman ketahui, bahwa saya tidak pernah menyesal kuliah di STKS Bandung dan sungguh, kini saya sangat mencintai almamater saya, STKS BANDUNG.

Salam Pekerja Sosial

^_^

Bazar STKS Bandung

Besok, tanggal 3 Juli 2010, mahasiswa STKS Bandung utusan Sulsel akan mengadakan acara Bazar di Cafe Baruga’e di jalan Panakkukang Mas (belakang Mall Panakkukang). Acara ini dimulai pukul 19.00 WITA – selesai. Acara ini merupakan langkah kami untuk pengumpulan dana kegiatan Baksos.
Bakti Sosial (Baksos) akan kami adakan di tiga Panti sosil. Kegiatan Baksos masih dalam tahap persiapan jadi, saya belum mau memberikan penjelasan yang lebih jauh tentang hal ini.
So, join us di Cafe Baruga’e jam 7 malam besok, tgl 3 Juli 2010, yaa…!!!
^_^

Salam Hangat…

Calon Penghuni Baru Kampus STKS Bandung

Hari ini, tanggal 1 Juli 2010, diadakan tes tertulis seleksi masuk STKS Bandung baik yang dari jalur IB maupun ID. Berkat blog ini, saya bisa berkenalan dengan beberapa calon mahasiswa baru baik ID maupun IB (lebih banyak ID). Saya senang karena ternyata begitu banyak yang berminat untuk menempuh pendidikan di STKS Bandung. Dari banyak itu, tentu saja tujuannya berbeda-beda. Ada yang hanya ingin melanjutkan pendidikan, ada yang ingin menjadi pegawai, dan yang paling membanggakan saya adalah ada yang benar-benar ingin menjadi seorang pekerja sosial profesional.

Hati saya menjadi sangat miris ketika seorang adik curhat kepada saya. Dari ceritanya, saya menangkap bahwa niat awalnya tidak benar. Saya merasa sedih, seperti inikah orang-orang yang akan menjadi peksos profesional???Orang-orang yang seharusnya menjadi klien dari peksos ingin menjadi peksos???Dari sekitar 600 orang yang mengikuti tes ini, berapa banyak yang memiliki niat yang tulus untuk menjadi seorang peksos profesional???

Saya hanya berdoa, semoga kawan-kawan baru saya nanti adalah benar-benar orang terpilih yang telah siap untuk menjadi seorang pekerja sosial profesional…Amiin