STOP BULLYING….!!!

Iseng-iseng saya browsing di internet tentang Bullying yang saat ini mulai marak namun tidak disadari oleh banyak orang, apa itu bullying. Awalnya, saya tidak tertarik dengan istilah dan kasus ini. Tetapi, semakin sering saya ucapkan semakin banyak saya temukan orang yang tidak paham dengan apa itu bullying, dimulai dari pengucapannya. (hahaha, mentang-mentang sudah tau…). Tenang saja, awalnya saya juga tidak tahu kok (hehehe). Tapi setelah dijelaskan oleh seseorang dan browsing di internet, saya mulai paham dan ternyata kasus bullying merupakan salah satu masalah yang membutuhkan peranan seorang pekerja sosial.

Definisi bullying yang saya kutip dari sebuah website, “Seorang penggiat anti-bullying Indonesia Diena Haryana, menjelaskan,segala perilaku yang dilakukan kepada orang lain baik secara verbal, fisik, atau mental yang dilakukan dengan berulang-berulang dengan menggunakan power untuk menunjukkan saya berkuasa, saya lebih hebat sudah membawa dampak pada rasa takut, tertindas, terintimidasi, itu bullying, tapi kalau ledek-ledekan tidak berdampak apa-apa itu bukan bullying’”.( http://www.transanak.co.id/)

Bullying tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga verbal dan mentalnya. Dampaknya tidak hanya pada saat sekarang tetapi juga akan berpengaruh pada perkembangan psikologis korban dimasa yang akan datang. Bullying termasuk dalam perilaku agresif yang memberikan perlakuan yang tidak mengenakkan kepada orang lain, misalnya, mengancam, mengucilkan, menjewer, menamoar, memukul, menendang, bahkan menggunakan senjata tajam. Penyebab munculnya perilaku ini antara lain adanya tekanan di rumah, tidak percaya diri, hingga tayangan televisi yang kurang mendidik.

Peranan orang tua dan guru di sekolah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya bullying. Orang tua perlu memberikan perhatian kepada anak, memberikan kasih sayang, dan menciptakan situasi rumah tangga yang kondusif untuk menunjang perkembangan psikologis anak sedangkan guru, mereka perlu melakukan pengawasan terhadap anak didiknya. Pekerja sosial berperan sebagai apa dong??hm…pekerja sosial memiliki banyak peranan. Pekerja sosial memiliki tugas untuk mencari sumber penyebab munculnya perilaku tersebut dan dampak terhadap korban. Melakukan intervensi sesuai dengan hasil asesmen yang sudah dilakukan sebelumnya, tentunya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik pekerjaan sosial. Intervensinya bertujuan untuk melakukan pengubahan perilaku terhadap kliennya. Pekerja sosial tidak bisa bekerja sendiri dalam kasus bullying. Pekerja sosial perlu bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti orang tua klien, guru, kepolisian, psikolog, dan lain-lain.

Pada intinya, bullying ini harus dihentikan…so, let’s talk about how to stop it, together…!!!

Liburan,Tak Berarti “Otak” Beristirahat

Sebelum pulang ke kampung halaman, saya pernah memikirkan sesuatu yang sampai saat ini masih mengganggu pikiran saya. Salah satu dampak yang saya rasakan setelah liburan adalah kembali ke kelas dengan otak yang penuh dengan virus, dimana semua file di dalamnya tidak bisa dibuka dan sangat perlu untuk diinstal ulang. Satu hal yang sangat menyusahkan apalagi ketika tiba di kelas adalah saat dosen menanyakan hal-hal yang telah dipelajari pada semester sebelumnya. Huft, bisa keringat dingin di dalam kelas kalo udah mulai berlagak kayak gini para dosen….(lha, wong memang aku yang malas, ya???hihihi). Ya sudahlah, saya cuman mau berbagi saja.

Liburan semester genap selalu lebih lama dari libur semester ganjil…. Itulah kenyataannya dan alhasil, harus pintar-pintar mencari kegiatan untuk mengisi liburan. Kita harus punya inisiatif untuk mengisi liburan, salah satunya dengan membaca. Baik Koran, majalah, maupun buku. Dan yang saya pilih adalah dengan membaca buku. Saya sengaja membawa salah satu buku saya yang judulnya Psikologi Abnormal. Buku ini adalah salah satu materi perkuliahan di STKS Bandung. Hal ini menjadi salah satu langkah saya untuk tetap meng-on-kan otak. Walaupun bukan materi perkuliahan semester kemarin dan semester depan, tetapi paling tidak saya mendapatkan ilmu baru dan bisa menjadi referensi ketika di kelas nanti.

Buat teman-teman sekalian, saya harap, liburannya diisi dengan berbagai aktivitas positif. Tidak hanya bermalas-malasan dirumah dengan rutinitas, makan, tidur, jalan-jalan, makan, tidur, dan seterusnya. Biasakan diri untuk terus belajar agar kelak, ilmu itu akan menjadikan kita sebagai orang yang “besar”.

Selamat berlibur, ya…