Penyuluhan Bimbingan Mental dan Konseling

Malam tadi, tanggal 27 April 2010, pukul 20.00, diadakan acara penyuluhan bimbingan mental dan konseling. Penyuluhan ini diadakan untuk mensosialisasikan tim konseling yang di bentuk oleh Lembaga STKS Bandung untuk membantu mahasiswa yang memiliki masalah baik secara sosial maupun emosional. Untuk bertemu dengan tim konseling, pihak lembaga telah membuat suatu prosedur pelayanan, yaitu melalui dosen wali dirujuk ke Sub Bagian Praktikum dan Kemahasiswaan, kemudian ke tim konseling lalu setelah itu ke tim penyelesaian kasus dan sampai ke ketua STKS Bandung. Tim konseling ini terdiri dari dosen-dosen yang berkompeten dalam hal konseling dan dari dua jurusan yang ada di STKS Bandung, yaitu Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM) dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos).

Bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara tatap muka yang bertujuan untuk membantu mahasiswa untuk menemukan jati dirinya dan memahami kebutuhannya untuk memecahkan permasalahan yang dialaminya.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Bapak Idit Supriadi Priatna selaku Ka.SubBag. Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan dilanjutkan dengan perkenalan anggota tim konseling lalu pemaparan dari Ibu Krisna Dewi selaku koordinator tim konseling selama 30 menit kemudian terakhir dengan sesi  tanya jawab. Prosedur pelayanan yang terlalu berbelit-belit menjadi salah satu pertanyaan yang menarik perhatian saya. Benar saja, seseorang yang memiliki masalah pasti tidak ingin banyak orang mengetahui bahwa ia memiliki masalah. Jika dilihat dari prosedur yang ada, paling tidak ada 2 pihak yang akan tahu bahwa ia memiliki masalah. Hal ini tentu saja akan membuat mahasiswa mengurungkan niatnya. Sehingga, pihak tim konseling mengatakan bahwa prosedur tersebut dapat di persingkat dengan langsung menghubungi tim konseling khusus untuk kasus yang dianggap emergency. Setelah saya diskusikan sedikit dengan sahabat di samping saya, ditemukan jawaban atas prosedur yang ada, yaitu  bahwa STKS merupakan bagian dari birokrasi yang selalu berbelit-belit sehingga prosedur yang dibuat oleh STKS untuk menyelesaikan masalah menggunakan teori yang sama (may be siyh…).

Sebenarnya, untuk menemui konselor ini, kita tidak harus memiliki masalah dan tidak harus meminta nasehat atau apalah namanya. Kadang kita hanya ingin di dengarkan dan saat itu juga, kita merasa lega. Kadang juga kita ingin ada yang menemani lalu bercerita dan meminta nasehat. Kadang pula, kita ingin mendiskusikan sesuatu dengan orang lain. Semuanya sebenarnya bisa dilakukan bersama konselor. Sayangnya, jam terbang dosen-dosen konselor ini yang cukup tinggi mungkin bisa menjadi penghambat dilakukannya konseling ini.  Maka dari itu, tadi malam, para konselor ini memberikan nomor handphone mereka sehingga mahasiswa yang ingin bertemu dengan konselor ini bisa membuat janji dulu.

Hmm… Sebenarnya saya sudah menggunakan fasilitas ini sejak semester 2 kemarin. Waktu itu tim konselingnya berbeda dengan tim konseling yang sekarang sudah di bentuk alias setiap tahun, tim konseling itu di rombak. Saya tetap akan terus menggunakan fasilitas ini. Dengan alasan, mereka orang yang paling dekat untuk saya jangkau, mereka orang yang memenuhi kriteria saya, dan terakhir kapan lagi bisa konseling gratis???

Pokoknya mereka sangat baik sekali…

Thanks to Bu Dayne dan Bu Dorang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s