Memaafkan dan Melupakan

Assalamualaikum

Apa kabar para blogger???Semoga sehat selalu yah…Alhamdulillah hari ini saya masih diberikan kesempatan untuk tetap berbagi ilmu. Senangnya hari ini bisa buka blog. Untung saja wi-fi kampus juga mendukung.

Okelah kalo begitu…Usaikan basa-basinya yah…hehehe

Dengan mata yang mulai terkantuk-kantuk, saya berusaha melanjutkan tulisan ini biar bisa cepat di posting dan tidak jamuran di dalam hardisk laptop.(Ceritanya, tulisan ini di buat di word semalam)

Ditemani dua orang sahabat saya, dikamar, saya mulai membuka salah satu web favorit saya. Di http://www.adiwgunawan.com/awg.php, saya membuka link artikel dan mulai mencari topik yang cukup menarik.

Kata orang, memaafkan lebih mulia daripada meminta maaf tapi apakah dengan memaafkan maka sekonyong-konyong kita akan melupakan kesalahan orang lain.Atau apakah ketika kita melupakan itu berarti memaafkan? Emosi (baca: marah, kecewa, benci, de el el) muncul sebagai hasil dari suatu pemaknaan. Sebenarnya, tidak ada kejadian yang baik atau buruk. Semuanya tergantung pada persepsi kita. Jadi, semuanya tentang sistem kepercayaan kita. Emosi yang muncul bisa berupa emosi positif, emosi negatif, ataupun netral.

Sebenarnya, apapun yang pernah terjadi pada diri kita, semuanya tersimpan di pikiran bawah sadar kita. Jadi, kita bisa memaafkan tetapi tidak bisa melupakan karena dalam suatu kondisi pikiran bawah sadar kita bisa memutar ulang kejadian tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menetralisis emosi negatif dengan teknik terapi tertentu. Selama emosi tidak berhasil dinetralisir maka kekuatan penolakan untuk tidak memaafkan akan semakin kuat. Penetralan ini bisa dilakukan dengan memberikan pemaknaan baru terhadap kejadian yang tadinya dirasa menyakitkan.

Ada berbagai teknik yang dapat membantu menyelesaikan masalah emosi ini. Misalnya teknik terapi dan variasinya, dengan mengikis emosi ini sedikit demi sedikit, dengan memberikan pemaknaan ulang, pendekatan spiritual, curhat ataupun dengan konseling.

Ada berbagai teknik yang dikemukakan oleh Adi W. Gunawan dalam artikelnya, Apakah Memaafkan Sama Dengan Melupakan?. Saya hanya sedikit memaparkan apa yang tertulis dalam artikel tersebut.

Itu aja deh yang saya sampaikan dulu. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s